Sabtu, 18 Juli 2009

sepi

di sini aku sendiri merangkai sepi
tanpa teman ku berada di sini
tanpa kawan ku bangkit dari ini
semua yang ku kenal tlah pergi
pergi dan tak kan kembali

Kamis, 28 Mei 2009

remaja

dimana saat tertawa . menangis . lepas bersama .
dimana saat bahagia . sedih . meluap bersama .
dan dimana saat senang dan gembira menyatu menjadi satu .
sungguh . masa yang tak akan pnah dilupakan sepanjang masa .

Selasa, 19 Mei 2009

kecewa

di saat gelap tiba, ku merasakan kesendirian

kesendirian yang tak pernah berakhir

di mana saat itu akan tiba, mungkin ku akan tenang bersamanya

dan ku tak akan pernah kembali pulang 

sang pengusasa alam, apakah memang ini yang terbaik. .

sang penguasa alam, apakah memang benar ini jalan yang harus ku lalui. .

ku lelah hadapi semua 

by : adinda alieda

Sabtu, 02 Mei 2009

apakah ini cinta

Dalam hati ini, ku dapat merasakan getaran yang begitu mendalam
Angin membawaku ke suatu tempat
Dimana terdapat suatu getaran yang selama ini tak pernah kurasakan sebelumnya

Wahai sang penguasa alam, apakah ini anugrahMu yang Kau maksud dengan sebutan ‘CINTA’ 
Ku tak tahu
Ku tak mengerti
Ku bimbang
Ku ragu

Tapi hati ini slalu bertanya. . .

Bertanya

Dan bertanya


APAKAH INI CINTA


By : Adinda Alieda 

ketulusan

Apa sesungguhnya arti dari ketulusan yang tlah diberikan 
Apakah kesetiaan ataukah pengorbanan

Ketulusan tak selalu mendapat tempat yang terindah diantara nirwana nirwana cinta yang ada

Ketulusan tak seindah apa yang diharapkan para pencinta

Ketulusan yang nyata hanyalah ketulusan yang didasari dari dalam hati para pecinta

Bukan rayuan atau bualan tapi memang inilah kiasan ketulusan 

By: Adinda Alieda

abadi

Kesetiaan tak selalu berujung pada kesetiaan pula
Ada kalanya berkhianat

Tapi janganlah sekali-kali kau mengkhianati kesetiaan yang telah diberikan, karena pembalasan akan lebih menyakitkan dari apa yang kau perbuat

Di zaman seperti ini, sulit memang tuk mencari cinta sejati

Tapi janganlah kau lengah tuk mencarinya karena semakin kau berusaha, semakin kau dapat kesetiaan yang abadi

Kejarlah cintamu

Cinta yang abadi
Cinta yang suci 
Dan cinta yang tak akan pernah mati




By : adinda alieda isyunanto

SAHABAT dan KEKASIH (*cerpen*)

Di gelap malam yang sunyi, angin berhembus sangat kencang . Dua gadis berjalan dengan kakinya . 

Krik.. Krik.. Krik… 
Jangkrik pun bernyanyi diantara rerumputan . 

Dua sahabat berbeda budaya dan bangsa itupun berjalan menyusuri malam . Mereka adalah Ana dan Risa . Sang purnama menatap mereka . Seakan melihat kunang-kunang di malam tanpa bintang . 

Beberapa langkah setelah mereka keluar dari rumah, Ana melihat komet yang butuh beberapa puluh tahun bisa dilihat oleh mata telanjang manusia . Ana pun langsung pinta kepada Sang Pencipta agar ia diberi umur yang sangat panjang agar bisa selamanya berkawan dengan Risa . Selain itu ia juga meminta pangeran pujaan hati agar ia selalu merasa dicinta dan mencinta .

Tak lama setelah Ana memohon kepada Sang Penguasa, Risa memperkenalkan teman lelakinya kepada Ana . Di saat itu, Ana merasakan getaran dari lubuk hatinya yang terdalam, yang sebelumnya tak pernah ia rasakan . Mungkin, ini yang disebut cinta pada pandangan pertama dan juga cinta untuk kali pertama . 

Malam berganti siang .

Semenjak kejadian semalam, Ana tak henti-hentinya teringat sesosok kaum adam yang membuat hatinya merasa tak nyaman . Jatuh cinta . Mungkin itulah gambaran yang tepat untuk Ana . Gadis peranakan sunda-amerika ini menjadi galau dan risau . Karena kaum adam yang membuat hatinya gundah gulana adalah kekasih Risa .

Ana berkali-kali mencoba melupakan dan meyakinkan dirinya untuk tidak jatuh cinta pada kekasih sahabatnya .Tapi tak bisa . Ana terus melawan dan melawan isi hati kecilnya . Tapi, kekuatan cinta memang sangat mahadahsyat . 

Esoknya, ia dan Risa kembali ke rumah Reno, kekasih Risa yang juga sekaligus pangeran hati Ana . Disana, Ana dan Reno banyak berbincang . Mereka saling melempar joke seru . Tak elak, Reno pun jatuh hati pada Ana . 

Semenjak kejadian itu, Reno jadi sering bertanya pada Risa tentang Ana . Pertama, Risa memang tak berprasangka apapun tentang kekasihnya . Lalu setelah Reno sering menanyakan sahabatnya setiap mereka bertemu, kecurigaan pun mulai timbul dari diri Risa .

“Sebenarnya kalau boleh memilih, ku lebih memilih teman daripada pacar “ . Ana pun spontan langsung kaget mendengar sahabatnya berkata seperti itu . Ana bertanya pada sahabatnya, “Sorry, maksudmu berkata seperti tadi apa ? “ . Risa pun menjawab, “ Tak apa, ku hanya tak ingin persahabatan kita ini hancur karena lelaki” . Ana langsung diam dan termenung . 

Malamnya setelah Risa berkata seperti tadi, Ana merenungi perasaan terpendamnya kepada kekasih teman terbaiknya itu . Perlahan demi perlahan Ana mencoba tuk melupakan sang pangeran hati . Ana tak kuasa, karena perasaan yang selama ini terpendam di dalam hatinya, cukup dalam . Keresahan dan kegalauan menghampirinya . Ia sudah tak tahu harus berbuat apa . Kini yang ada dalam pikiranya hanya bayang-bayang Risa . Teman yang sejak kecil berkawan denganya . Teman yang sudah dianggapnya saudara . Dan teman yang selalu ada bersamanya dikala duka maupun suka .

Fajar pun tlah menyongsong . 
Hari yang cerah tuk memulai aktivitas pagi yang tlah menanti .

Ana masih terpaku dan terbayang dengan perkataan teman terbaiknya . Semalaman sudah ia berpikir . Akhirnya ia menemukan jalan yang terbaik untuk masalah ini . Ia memutuskan untuk tinggal bersama ayahnya di Amerika . Memang sangat sulit baginya untuk berpisah jauh dengan sahabatnya, tetapi dengan begini mungkin ia bisa melupakan Reno dan memulai hidup baru bersama keluarganya .

Kebetulan, Risa datang ke rumahnya . Ia pun langsung berkata kepada teman terbaiknya itu tentang keputusannya . Di saat mendengar itu semua, Risa langsung menangis dan tak tahu harus berbuat dan berkata apa . Seketika itu, suasana haru pun berlangsung . Memang sangat disayangkan, persahabatan yang sudah terjalin lama harus terpisah karena lawan jenis yang sangat dicinta .

Risa tak rela jika sahabatnya pergi hanya karena masalah ini . Sangat sangat tak rela . Risa pun mencegahnya . Memang butuh waktu yang panjang untuk bicara dari hati ke hati . Akhirnya, setelah melewatkan waktu berjam-jam untuk meyakinkan Ana, Risa berhasil mencegah kepergian Ana untuk tinggal bersama ayahnya di Amerika . Dan Risa pun juga memutuskan untuk mengalah . Ia merelakan kekasihnya jadi milik Ana . Karena ia tahu, Ana dan kekasihnya saling memendam perasaan cinta yang begitu mendalam .

Betapa mulia hati Risa . Ia merelakan orang yang ia cinta demi teman terbaiknya . Awalnya memang Risa tak rela . Dan Ana pun juga tak mau . Tapi apa pun bisa terjadi . Kini, Ana dan Reno menjadi sepasang kekasih yang tak terpisahkan .

Waktu demi waktu mengalir seperti air, setahun sudah hubungan Reno dengan Ana . Dan Risa masih tetap sendiri menanti pujaan hati . Sebenarnya, dalam lubuk hati yang terdalam, Risa masih sangat cinta terhadap Reno . Dan ia juga masih sangat mengharapkan pujaan hatinya untuk kembali padanya . 

Tujuh bulan terlewati . Reno dan Ana telah merencanakan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius . Keluarga keduanya pun juga telah bertemu . Hanya tinggal waktu yang menentukan kapan dan dimana peristiwa sakral itu dilangsungkan . Risa yang awalnya tak tahu kabar bahagia ini, kemudian menjadi tahu karena telah menerima undangan pernikahan mereka .Hati Risa langsung pecah berkeping-keping dan tak tersisa . 

Risa termenung dan tak tahu apa yang harus diperbuat selanjutnya . Ia merasa sangat sedih, disamping itu ia juga merasa bahagia karena teman terbaiknya akan segera menikah . Hati memang tak bisa ditutupi . Kecemburuan yang seharusnya ia tutupi, kini tak bisa lagi ia bendung . Memang, hati Risa sakit dan terluka . Tapi bagaimana lagi . Inilah suratan takdir dari Sang Kuasa untuk dirinya saat ini . Mungkin, suatu saat nanti dirinya akan menemukan pangeran yang lebih baik dari Reno, sang mantan pujangga hati. 

**the end**

By : Adinda Alieda